SAYA SEORANG SAFETY PROFFESIONAL

GOOD PAGI SEMANGAT MORNING GUYS…..

Menjadi seorang proffesi Safety yang profesional tentu dambaan kita semua yang sudah cukup lama atau masih dalam taraf berani mencoba memulai profesi baru. Well dalam mewujudkan ke profesional kita ternyata banyak hambatan dan kendala (mental block) dan tanpa kita sadari ternyata semua itu ada dalam diri kita atau ada di sekitar kita yang tanpa kita sadari membuat kita percaya (belief) bahwa menjadi seorang Safety Profesional itu tidak gampang dan penuh cobaan berat, cemoohan, olokan, atau ejekan, padahal belum tentu semua itu terjadi kan kalau kita berani untuk menjadi dan memutuskan jadi seorang safety proffesional dan kompeten.

Banyak dari kita yang berangkat karir di dunia safety di awali bukan dari passion atau dari gairah yang mengebu-gebu atau berbeda latar pendidikan yang jauh dari ilmu safety namun karena takdir atau jalannya jadi terjerumus di dunia safety, seperti saya misalnya seorang lulusan sarjana ekonomi yang karena takdir atau jalan hidup akhirnya berkecimpung di dunia safety sampai saat ini dan itu juga bukan suatu hambatan untuk menjadi proffesional kan? Saya jadi teringat pertama kali ketika mulai berkecimpung di dunia ini, tidak terlintas sedikitpun tentang apa itu K3, regulasi, Instruksi kerja dll, tapi seiring waktu saya sangat menikmati dan enjoy dalam menjalani rutinitas baru tersebut, saya dekati dan belajar dari orang orang yang ahlinya, bertanya, mencatat, mencoba mempraktekan, melakukan investigasi kecelakaan kerja, dan satu hal yang saya syukuri sampai saat ini adalah saya di kelilingi oleh orang2 yang ahli dan kompeten di bidang safety yang secara tidak sadar ada yang saya model baik cara berfikirnya, berbicaranya atau dalam mengambil suatu tindakan , dalam pikiran saya kadang ketika berbicara dengan mereka seakan akan berbicara dalam hati “wow gue banget nih orang kalau berbicara tentang keilmuan”.

Dan tahukah kita ternyata sudah ada ilmu dan dipelajari oleh orang lain dan ada namanya yaitu NLP yang saya definikan cara kinerja otak dalam melakukan proses menyimpan apa yang dilihat, dirasakan, didengar kedalam otak kita dan tersimpan di bawah alam sadar kita yang sewaktu waktu bisa kita panggil kembali ketika kita membutuhkan.

Ada satu kutipan dari Malcolm Gladwell dalam buku Outliers (Rahasia di Balik Sukse) untuk sebuah ke AHLIAN di  butuhkan 10.000 jam melakukan dengan disiplin dan yang perlu di ingat adalah yang jam keahlian itu bukan artinya kita memperoleh 24 jam dalam sehari namun jam dimana kita melakukan hal yang yang secara terus menerus dan konsisten. Pernah mendengar seorang Koki yang proffesional yang hanya dengan melihat saja bisa tahu kalau masakan tersebut kurang garam, kurang manis, atau kurang bahan yang lainnya, Atau pernahkan terbersit dalam pikiran seorang mekanik ketika sedang memperbaiki sebuah mesin cukup dengan mendengarkan suaranya bisa tahu mana area yang rusak dan perlu di benahi. Semua itu yang di sebut Unconscious competence, ada suatu teori dalam ilmu psikologi, empat tahap kompetensi, atau model belajar “kompetensi sadar”, berhubungan dengan kondisi psikologis dalam proses mengubah dari tidak kompeten menjadi kompeten dalam suatu keahlian.

Penjelasan mengenai “Empat Tahapan Menuju Mastery” atau secara internasional lebih dikenal dengan nama “Four Stages for Learning Any New Skill” adalah sebuah model yang dikembangkan oleh Noel Burch, karyawan “Gordon International Training”, pada tahun 1970-an yang menjelaskan tahap demi tahap yang dilalui seseorang dari tingkat paling dasar (pemula) hingga menuju tingkat mastery (expert/ahli).

empat tahapan itu yang telah disusun berdasarkan urutannya:

  1. UNCONSCIOUS INCOMPETENCE

Pada tahap ini orang tidak tahu dan belum mengerti dalam melakukan sesuatu hal (skill or knowledge) serta belum menyadari bahwa ia tidak memiliki kompetensi tersebut dan belum memiliki keinginan untuk mengatasi kelemahannya ini. Hal ini disebabkan karena belum adanya kebutuhan atau pengetahuan akan kebutuhan tersebut. Contoh: anak kelas kecil yang belum menyadari akan kebutuhan skill naik sepeda. Dia tidak memusingkan dan bahkan tidak menyadari apakah keterampilan naik sepeda itu dibutuhkannya atau tidak.

  • CONSCIOUS INCOMPETENCE

Pada tahap ini orang sudah menyadari bahwa dirinya belum memiliki suatu kompetensi dan  dirinya tidak tahu dan belum mengerti bagaimana caranya melakukan kompetensi tersebut.

  • CONSCIOUS COMPETENCE

Pada tahap ini orang mulai mempelajari suatu keterampilan. Biasanya orang sudah tahu dan mengerti bagaimana melakukannya. Namun, ia masih membutuhkan perhatian dan konsentrasi penuh dalam melakukannya. Biasanya gerakan yang dilakukan masih kaku dan belum lancar sepenuhnya.

  • UNCONSCIOUS COMPETENCE

Ini adalah daerahnya para master, expert, atau maestro di bidangnya. Orang tersebut telah sering melakukan keterampilan tersebut dan apa yang dilakukannya tersebut telah menjadi kebiasaan yang dapat dilakukannya dengan mudah karena telah menjadi program otomatis dalam alam bawah sadarnya (unsconcious mind).

Kembali lagi ke masalah utama BAGAIMANA SIH MENJADI SEORANG SAFETY YANG PROFESIONAL dan semua yang saya tulis inipun kalau mau dilakukan juga bukan hanya buat pekerja safety saja namun untuk semua bidang pekerjaan.

Kalau menurut yang saya alami dan pelajari ternyata menjadi seorang yang profesional bisa di ciptakan oleh kita dengan mudah, langkah langkahnya seperti di bawah ini

  1. Tentukan Identitas diri

Pernahkan diantara kita ketika kita sedang ngobrol dengan seseorang tentang profesi kita sering mendapatkan julukan safety itu seperti polisi india, polisinya proyek, tukang photo keliling di proyek, kerjanya Cuma cari kesalahan orang dan lainnya, dan anehnya semuanya secara tidak sadar membuat kita ‘terbelenggu’ tidak ada ‘pride’ atau kebanggan dalam karir di bidang safety. Sekarang pertanyaanya adalah Bagaimana kita bisa menjadi seorang yang profesional di bidang safety dengan maksimal secara konsisten kalau kita tidak merasa menjadi SEORANG SAFETY OFFICER? Saya sangat sependapat jika ada yang bilang menjadi seorang Safety profesional itu “dilahirkan”  melalui proses yang amat panjang mulai pembelajaran, pembentukan, dan pemahiran. Mau sukses di bidang safety? Mulailah dengan menyebut diri sebagai seorang Safety Profesional, mulailah menganut identitas diri baru, mulailah komitmen baru untuk menjadi seorang Safety Officer Profesional.

  • Mantapkan komitmen

Komitmen sangat di perlukan dalam berkarir, komitmen untuk bekerja keras serta terus belajar. Sebuah karir itu di ciptakanbukan ditemukanartinya untuk memulai sebuah karir adalah melakukan (take action). Banyak pengalaman yang mengatakan hanya orang yang punya komitmen mampu bertahan dalam situaasi yang menantang seperti cemohoan, sikap cuek pekerja maupun manajemen, target yang tinggi dari manajemen, kendala kendala dilapangan dan lain sebagainya, orang orang yang punya identitas diri dan ikatan emosional yang relevan dengan pekerjaan akan bertahan serta maju terus.

Tahukan kamu bahwa orang orang yang punya komitmen (komitmen semua hal) ternyata hidupnya lebih bahagia berdasarkan hasil survei di inggris pada tahun 2010. Jadi tunggu apalagi tetapkan komitmen untuk menjadi safety officer sekarang juga untuk hidup yang lebih bahagia dan menjadi safety officer yang profesional.

  • Detailkan Identitas

Ingin menjadi seperti apakah sih kita sebagai seorang safey officer yang profesional? Yang paham akan kerjaan? Yang pantang menyerah, tahan banting, murah senyum, disegani di lingkungan kerja? Dalam ilmu yang saya pelajari akhir akhir ini yaitu NLP ada sebuah tehnik untuk menumbuhkan atau mendetailkan identitas diri ini namanya New Behaviour Model yang menurut saya sangat bagus untuk diterapkan dalam diri kita, walau awalnya sangat sulit untuk di kerjakan namun saya yakin seiring waktu dan latihan akan mempermudah menerapkan model ini dalam diri kita.

Sebelum bermain imajinasi untuk mendetailkan tentang identitas diri seorang safety officer lihat gambar dibawah  ini terlebih dahulu supaya ada gambaran kenapa kita melakukannya

Langkah yang harus di ikuti :

  • Lirikkan mata ke kiri bawah, bicaralah dengan diri sendiri dan jawab pertanyaan ini “Ingin menjadi seorang safety officer seperti apa saya?” biasanya akan menemukan jawaban yang cukup beragam pilih yang mendekati dengan diri anda (lakukan kompromi dengan diri sendiri  akan mendapatkan hasil yang power full)
  • Setelah mendapatkan identitas diri tersebut sekarang lirikkan mata kearah kiri atas, cari dalam memori anda orang yang mempunyai karakter atau ciri-ciri yang identik dengan yang di bayangkan pertama kali, jika tidak menemukan orangnya bisa juga lakukan dengan kriteria orang tersebut. Kalau sudah menemukan gali semua kenangan yang ada mungkin dari cara berdirinya, cara menyampaikan pesan atau diskusinya, cara bergerak, cara menyelesaikan masalah di lapangan, cara membimbingnya dan sebagainya semakin banyak sumber ingatan yang di gali akan semakin mempermudah menemukan jati diri kita sebenarnya nanti.
  • Langkah selanjutnya adalah dengan melirik ke kanan atas, mainkan imajinasi dalam pikiran kita bayangkan diri Anda melakukan persis sama dengan orang yang di ingat tadi,
  • Langkah terakhir adalah kiri ke kanan bawah, masuklah ke tubuh imajinasi anda barusan seolah olah anda bergerak persis seperti yang di bayangkan sebelumnya, rasakan bagaimana anda berkata kata, bertindak, mengambil keputusan dan memberi arahan.

Kadang kala kita menemukan orang lain yang lebih pas lagi pada saat kita melakukan proses diatas, jika menemukan di tengah ulangi dari awal sampai akhir.

Kunci dari permainan ini adalah Affirmasi pada diri sendiriSAYA seorang safety officer profesional yang.….

APA YANG SAYA CARI DI PROFESI SAFETY???

Sekarang kita gali lebih dalam lagi apa yang kita cari di profesi safety officer profesional itu? Tanyakan pada diri sendiri dengan kalimat kalimat “kenapa… apa yang kita cari di bidang ini….” dan seterusnya (bisa dengan melakukan metode SMARTER yang akan saya ulas di lain hari), gali dan terus cari sampai ke titik jawaban yang hakiki misalnya untuk menimba ilmu dan pengalaman bisa saja dan boleh kita punya pemikiran seperti itu, pertanyaan selanjutnya adalah kalau sudah memiliki hal tersebut gunanya untuk apa? Mendapatkan gaji yang lebih besar (misalnya) gali kembali jika sudah mendapatkan gaji yang lebih besar buat apa? Membahagiakan keluarga, orang tercinta dan sebagainya. Kalau sudah menemukan kunci jawaban tersebut jadikan anchor atau ingat selalu ketika kita bekerja bahwa tujuan kita melakukan semua ini untuk mewujudkan impian tersebut. Ada hal yang menarik disini kalau biasanya ada istilah win win solution, dalam hal ini lakukan dengan yang baru win, win, and win artinya cari yang berguna atau menguntungkan buat diri sendiri, lingkungan, maupun perusahaan.

LAKUKAN PERUBAHAN DIRI

Sekarang waktunya transisi menjadi pribadi baru sebagai seorang safety officer profesional dengan berani menentukan identitas diri yang baru dan punya tujuan yang akan di gapai yang jelas jika bisa mewujudkannya.

Sering kali dalam proses ini ketika sudah menemukan affirmasi diri yang kuat kadang ada timbul perkataan yang berlawanan dalam diri sendiri misalnya ketika kita mengatakan “saya  bisa menjadi safety officer profesional yang disegani oleh pekerja, manajemen, maupun organisasi” perhatikan, rasakan, dengarkan bagaimana respon yang muncul dalam pikiran anda saat itu, jika menemukan penentangan tentang hal tersebut singkirkan dengan kalimat kalimat positif yang tidak berlawanan misalnya “ah.. tidak mungkin saya bisa menjadi seperti itu” ubah stigma tersebut dengan kalimat “mungkin saat ini saya belum bisa menjadi seperti itu tapi saya yakin akan bisa meuwujudkan”. Sadar atau tidak salah satu yang dominan  yang menghambat adalah siraman perkataan dari orang orang di sekitar kita, seringkali hal ini menetap sampai saat ini yang akhirnya mempengaruhi cara kita berfikir dan bersikap.

Ingat semua skill di dunia ini tidak akan membawa diri kita ke puncak prestasi kalau setiap kali kita menggunakan skill tersebut masih ada suara suara dan bayangan di kepala mendorong untuk mundur. Hindari sebisa mungkin pikiran tersebut dari diri anda, hindari pula lingkungan tempat yang hampir dipenuhi lontaran berbagai kata yang tidak sehat.

PERCAYA DIRI SEBAGAI SAFETY PERSON

Rasa percaya diri bisa dibangun dan di jaga dengan 3 elemen praktis yang dalam dunia NLP ketiganya saling berkaitan satu dengan yang lainnya, Rancang ketiganya yang dapat memicu rasa Percaya diri Anda.

Ketiga elemen tersebut yaitu:

  • Visual

Melihat bayangan internal dan melihat hal hal tertentu yang berguna dalam menaikan rasa percaya diri anda, misalnya melihat materi yang akan di sampaikan, membaca semua regulasi yang ada, melihat role model yang ada di sekitar kita seperti pimpinan. Rekan kerja atau panutan lainnya yang di hindari adalah kritikan atau masukan yang selalu kecilkan diri kita dan pencapain kita.

  • Audiotory

Dalam hal ini adalah self Talk atau berbicara dengan diri kita sendri, suara suara atau kata kata tertentu yang kita dengar. Hilangkan semua hambatan dalam selft tak dengan kalimat kalimat pembalik yang elegan.

  • Kinestetik

Gerakan atau fisilogi tertentu, seringlah bertindak dengan postur yang tegap (high Pose) dengan melakukan tindakan yang high pose akan cepat menaikan rasa percaya diri yang cepat, sebaliknya jika kita sering menampilkan postur yang rendah (low pose) cepat atau lambat akan menurunkan rasa percaya diri kita. Saya ambil contoh sederhana bagaimana sih high pose dan low pose itu, perhatikan orang merokok (kebetulan saya juga ahli hisab heheheheeh) apa yang ada dalam pikiran kita ketika melihat orang merokok dengan menunduk dan hisap dalam dalam? Dan apa pula yang ada di dalam pikiran kita ketika orang tersebut menengadah keatas sambil di hembuskan asap rokoknya? Atau ketika pandangannya tetap lurus kedapan. Dari ketika hal tersebut kira kira mana yang sedang berfikir, mana yang sedang ada masalah, mana yang sedang siap terima tantangan.

Tak terasa ya sudah cukup panjang pembahasan tentang bagaimana menjadi seorang safety officer yang profesional dan anehnya anda juga tak sadar sudah mau selesai membaca semua tulisan ini, bagi saya itu suatu kemajuan yang sangat positif artinya anda siap menjadi seorang safety profesional.

Timbul suatu pertanyaan dari tulisan diatas, apakah jika kita melakukan semua itu akan menjamin kita sukses menjadi seorang safety profesional? Jawabannya bisa ya bisa juga tidak semua kembali pada diri kita sendiri “Barani mengambil sikap untuk berubah atau transformasi diri ke yang lebih baik atau tidak?” hasil dai sebuah kesuksesan adalah feed back dari apa yang sudah kamu lakukan. Sukses dalam bentuk dan waktu kapanpun adalah bukan soal hak, tapi kepantasan melalui usahamu. Tunjukan kamu pantas, hasilmu saat ini bukan gambaran semua yang kamu bisa tapi gambaran kepantasanmu saat ini.

Kalau terasa berat dalam mencoba latihan lagi, kalau sulit belajar lagi, kalau letih istirahatlah, apapun situasinya yang penting adalah tetap berusaha, cepat atau lambat jalan keluar akan di temukan oleh hanya yang terus berusaha.

Mungkin setelah yang selesai membaca tulisan ini ada yang mencibir semua yang ada di sini hanyalah omong kosong, asumsi semata, dongeng di siang bolong namun bagi saya dan saya yakin anda juga percaya bahwa kita akan lebih memilih affirmasi positif buat diri kita daripada affirmasi negatif, lebih lebih tidak mau melakukan suatu tindakan hanya sekedar omong kosong. Stop bicara tugasmu bukan terus bicara agar orang lain dengar impianmu, tapi terus lakukan sesuatu agar mereka lihat pencapaianmu biarkan hasilmu yang bicara pencapaianmu.

Ingat Kerja keras adalah untuk yang percaya bahwa sukses bahkan juga keberuntungan mengikuti usaha dan determinasi. Kamu tidak akan bisa memiliki mental kuat dan kemampuan tinggi tanpa hidup dengan berbagai tantangan dan diuji kesulitan, kadang yang mengembangkan dirimu adalah setiap rentangan usahamudi saat sulit.

Semoga tulisan ini membawa perubahan dalam diri kamu terutama perubahan diri kamu menjadi seorang safety profesional.

Salam Kompeten.

Special thanks for my Coach Hingdranata Nikolay dan Coach Agung Windriatmoko yang memberi gambaran wawasan yang begitu luas tentang Neuro-linguistic Programming, Coach Andra hanindyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post