RESPONSE kita lah yg akan menentukan bagaimana akhir dari sebuah masalah “

Good Pagi Semangat Morning Guys…….

Bagaimana kabar yang luar biasa yang telah kita lewati sampai saat ini? Mudah-mudahan masih dipenuhi keberkahan dan kesuksesan yang luar biasa juga sampai kita berada di level sekarang ini. Beberapa hari yang lalu ada teman yang memulai obrolan tentang keluh kesahnya, kebetulan beliau jabatannya lumayan dipemerintahan sebagai Kabid, tiba tiba menyapa saya di salah satu jejaring medsos

Mas, saya ga suka sama kadis baru

Pengen pindah kantor

Tapi khan ga mungkin pindah gara gara itu saja

Nanti kalau di kantor baru ga suka juga Ama kadisnya masak pindah lagi?

Gimana cara mengatasinnya mas?

Saya jujur bingung ketika tiba tiba beliau ngomong begitu tanpa ada pendahuluan sebelumnya, rasa penasaran akan cerita tersebut memunculkan pertanyaan dari saya

Bagaimana memang dengan kadis baru itu?”

Dan benar saja hanya dengan satu pancingan kalimat pertanyaan memunculkan banyak jawaban alasannya :

Saya kok merasa kalau kadis ini ga suka Ama saya mas

Dari awal memang sudah stress mikirin dia calon kadis kami yg baru sudah ill feel lihatnya

Kayaknya apa ajha yg saya kerjakan salah di matanya

Jadi malas ngantor.

Hm…. jadi rasa tidak sukanya beliau teman saya karena sudah ada pikiran dari awal sebelum jadi kadis dong kalau begitu? Balik saya bertanya dijawab denganemoticon nyengir saja hahahahah.

Secuil curhat di pagi hari ternyata bisa membuat hilangnya sebuah Mood booster buat menjalani rutinitas sehari hari, dan entah kebetulan atau memang sudah takdirnya bersamaan dengan curhatnya saya sedang membuka  salah satu medsos besutan  punya om Mark Zuckerberg dan ada pengingat pesan status saya yang sudah lampau dan cocok buat mengatasi masalah diatas.

CARA KITA MERESPON SESUATU MENUNJUKKAN KELAS KITA

Oleh : Sundar Pichai

Kisah inspiratif ini adalah bagian dari pidato Sundar Pichai CEO Google di sebuah kesempatan. Di sebuah restoran, seekor kecoa tiba-tiba terbang dari suatu tempat dan mendarat di seorang wanita karir yg lagi makan. Terkejut dihinggapi kecoa, Dia mulai berteriak ketakutan. Dengan wajah yang panik dan suara gemetar, dia mulai melompat, teriak teriak, dengan kedua tangannya berusaha keras untuk menyingkirkan kecoa tersebut. Reaksinya menular, karena semua orang di kelompoknya kemudian juga menjadi panik. Karena takut dihinggapi kecoa.Wanita itu akhirnya berhasil mendorong kecoa tersebut pergi tapi … kecoa itu mendarat di pundak wanita lain dalam kelompok itu.

Sekarang, giliran wanita lain yg dalam kelompok itu berteriak-teriak,  meronta ronta dan jadi makin hebohlah restoran tersebut. Seorang pelayan wanita bergegas ke depan untuk menyelamatkan mereka. Tapi rupanya kecoa ini gesit sekali sehingga melompat kesana kemari. Dalam sesi saling lempar tersebut, kecoa berikutnya jatuh pada pelayan wanita.

Pelayan wanita berdiri kokoh, menenangkan diri dan mengamati perilaku kecoa di kemejanya. Ketika dia cukup percaya diri, ia meraih kecoa itu dengan jari-jarinya dan melemparkan nya keluar dari restoran. Menonton hiburan gratis itu, pikiran saya  mulai bertanya-tanya, apakah kecoa yang bertanggung jawab untuk perilaku heboh mereka? Jika demikian, maka mengapa pelayan wanita tidak terganggu? Dia menangani peristiwa tersebut dengan mendekati sempurna, tanpa kekacauan apapun. So, para hadirin.. CEO dari India ini kemudian bertanya:

“Lalu apa yang bisa saya dapat dari kejadian tadi?”

Ia melanjutkan pidatonya..

“Dari tempat saya duduk, saya berpikir.. Kenapa 2 wanita karir itu panik, sementara wanita pelayan itu bisa dengan tenang mengusir kecoa? Berarti jelas bukan karena kecoanya, tapi karena respon yang diberikan itulah yang menentukan. Ketidakmampuan kedua wanita karir dalam menghadapi kecoa itulah yang membuat suasana cafe jadi kacau. Kecoa memang menjijikkan. Tapi ia akan tetap seperti itu selamanya. Tak bisa kau ubah kecoa menjadi lucu dan menggemaskan. Begitupun juga dengan masalah. Macet di jalanan, atau istri yang cerewet, teman yang berkhianat, bos yang sok kuasa, bawahan yang tidak penurut, target yang besar, deadline yang ketat, customer yang demanding, tetangga yang mengganggu, dan sebagainya. Sampai kapanpun semua itu tidak akan pernah menyenangkan. Tapi bukan itu yang membuat semuanya kacau akan tetapi ketidakmampuan kita untuk menghadapi yang membuatnya demikian.” Yang mengganggu wanita itu bukanlah kecoa, tetapi ketidakmampuan wanita itu untuk mengatasi gangguan yang disebabkan oleh kecoa tersebut. Di situ saya menyadari bahwa, bukanlah teriakan ayah saya atau atasan saya atau istri saya yang mengganggu saya, tapi ketidakmampuan saya untuk menangani gangguan yang disebabkan oleh teriakan merekalah yang mengganggu Reaksi saya terhadap masalah itulah yang sebenarnya lebih menciptakan kekacauan dalam hidup saya, melebihi dari masalah itu sendiri. Apa hikmah dibalik kisah inspiratif dari pidato ini?Para wanita bereaksi, sedangkan pelayan merespon.Reaksi selalu naluriah sedangkan respon selalu dipikirkan baik-baik. Sebuah cara yang indah untuk memahami HIDUP. Orang yang BAHAGIA bukan karena semuanya berjalan dengan benar dalam kehidupannya..Dia BAHAGIA karena sikapnya dalam menanggapi segala sesuatu di kehidupannya benar..! Itulah kira-kira hikmah yang dapat diambil dari sebuah kisah inspiratif dari pidato CEO Google, Sundar Pichai.

Kadang kita ketakutan yang di sebabkan oleh hal-hal yang belum tentu terjadi dalam hidup namun pikiran kita sudah di program untuk menolaknya dan meyakini semua pasti akan terjadi.

Saya jadi teringat pada salah satu Presuposisi dalam NLP PETA BUKANLAH WILAYAH SEBENARNYA sering kali orang melihat sesuatu hal bukan pada realita yang ada tapi kepada apa yang diyakini dalam otaknya. Jika didalam pikiran kita sudah negatif apapun yang ada pasti akan selalu dianggap negatif sebaliknya kalau di dalam pikiran kita berisi hal-hal yang positif tentu yang ada jadi positif semua. Sederhannya begini waktu pemilihan presiden tempo hari ada dua kubu yang berseberangan bagi pendukungnya apapun yang dilakukan kandidat nya akan selalu dipuji walau itu kadang bertentangan dengan nuraninya, sebaliknya akan selalu negatif buat pesaingnya apapun yang dilakukan akan di cap negatif, jangankan salah langkah dalam pengambilan keputusan misalnya, pegang pulpen saja bisa jadi di frame hal yang negatif di otaknya “ dibilang aroganlah, kampungan lah, kurang pendidikan dan sebagainya padahal kan tidak ada hubungannya antara pegang pulpen dengan pendidikan heheheheh.

Terus kalau Peta bukan wilayah sebenarnya kenapa itu penting bagi kita dan diperlukan? Jawabannya pada curhatan teman saya dipagi hari tadi karena manusia merespon berdasarkan peta yang dimiliki, bukan pada realitanya. Kadang tanpa disadari perilaku kita di dasarkan pada Peta yang kita miliki bukan pada realita yang ada.

“Masalah adalah tetap sebuah masalah ….. RESPONSE kita lah yg akan menentukan bagaimana akhir dari sebuah masalah ….”

Yuk mulai hari ini kita belajar bersama-sama merespon dengan benar.

Kendari,20 Januari 2021

Budhi Setiyawan

1 thought on “RESPONSE kita lah yg akan menentukan bagaimana akhir dari sebuah masalah “”

  1. mr. yyn berkata:

    Tulisan yang bagua

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *