Perbedaan Conselling, training, mentoring dan coaching

Dalam tulisan saya sebelumnya tentang SELF Coaching cukup banyak membahas tentang coaching itu apa dan sejarahnya. Namun, dari penjelasan di sana masih banyak kerancuan yang timbul terutama tentang definisi coaching, training, mentoring, dan conseling.

Dahulu ketika masih di sekolah dan dipanggil sama guru Bimbingan Penyuluhan yang biasa di panggil dengan sebutan BP, dalam benak kita adalah telah membuat kesalahan dan pasti akan mendapatkan ganjaran atas pelanggaran tersebut, bisa skorsing, peringatan, atau bahkan dikeluarkan dari sekolah.

Ketika bekerja pun juga sama akan selalu di konseling dan diberi surat peringatan setiap kita berbuat kesalaham dalam perusahaan. Seringkali juga kita diberikan training, mentoring oleh perusahaan namun binggung sebenarnya apa sih yang kita butuhkan?

Banyak perusahaan dalam mendevelop karyawan dengan memberikan conseling ketika bermasalah, mengikuti training padahal mereka sudah memiliki pengetahuan tentang hal tersebut dan hanya perlu pendalaman.

Coba kita bayangkan, rasakan, lihat jika tindakan kita salah dalam menentukan apa yang sebenarnya dibutuhkan dalam pengembangan karir karyawan akan juga berpengaruh terhadap pencapaian target dari perusahaan itu sendiri.

Mari kita bahas lebih detail lagi apa saja perbedaaan dari training, conselling, mentoring dan coaching.

Setiap perusahaan pasti akan menetapkan target atau harapan yang akan dicapai dan untuk mewujudkan ini diperlukan sebuah tim yang mampu dan kompeten dibidangnya.

Target perusahaan atau dalam hal ini adalah kondisi (Desire State/Goal) yang diinginkan oleh sebuah perusahaan, hal ini muncul karena kondisi saat ini (Present state) belum mampu dilakukan atau belum terjadi sesuai dengan apa yang harapkan oleh sebuah perusahaan dengan kata diluar kendali perusahaan saat ini.

Pencapaian Target Yang Gagal

Dalam pencapaian target atau harapan yang diingin dengan kondisi saat ini sering kali timbul suatu masalah dalam pecapaiannya, dari kondisi Present State menuju Desire state ini ada sebuah Gap atau masalah yang timbul dan harus dilakukan tehnik atau tindakan yang diharapkan target atau goal sebuah perusahaan atau tim dapat dicapai atau terjadi.

Ada dua hal permasalahan atau gap yang terjadi dalam kegagalan mencapai target perusahaan yaitu:

  1. Faktor Non teknis

Biasanya berhubungan dengan persoalan personal si karyawan tersebut (internal problem) dan biasanya pula hal ini dipengaruhi dari masa lalunya.

Salah satu cara yang ampuh untuk mengatasinya adalah dengan memberikan conselling ke karyawan tersebut. Bisa jadi cara yang diambil menghilangkan “masa lalunya” atau mengurai masa lalunya dan mengatasinya.

ilustrasinya seperti seorang tim marketing agak kesulitan meyakinkan client atau pembeli padahal karyawan tersebut sangat paham betul dengan produk yang ditawarkan dan tahu juga karakter pembeli namun ketika berbicara untuk menyakinkan ke mereka, karyawan tersebut kesulitan untuk mengungkapan dalam kata-kata, sering gagap, dan gugup berdiri dengan orang yang memiliki posisi lebih tinggi dari nya.

Ada kemungkinan sikap ini dipengaruhi oleh masa lalunya bisa jadi lingkungannya yang penuh dengan orang otoriter, atau jarang sekali mengungkapkan pendapatnya didepan orang lain dan sebagainya. Cara untuk mengatasinya perlu seorang psikiater untuk mencari atau menggali lebih dalam sikap tersebut dari masa lalu, sehingga diharapkan ada penyelesaian dari masa lalunya tersebut dan menimbulkan rasa percaya diri saat berhadapan dengan orang lain. (Lihat Gambar 1)

Faktor teknis

Faktor non teknis hampir Sebagian besar berkaitan dengan kompetensi karyawan tersebut, seperti yang kita ketahui kompetensi ini adalah gabungan dari 3 hal yaitu

  • Pengetahuan,

•           ketrampilan, dan

•           tingkah laku (attitude)

Ketiga faktor non teknis ini cara mengendalikan dan pengembangan diri karyawan adalah dengan training, mentoring atau coaching.

Dari kedua permasalahan ini diperlukan tehnik yang berbeda untuk mengatasinya. Masing masing berbeda juga penangganannya dalam hal ini seorang pemimpin atau leader atau tim Human Capital Development (HCD) biasanya melakukan Training Need Analysis (TNA) untuk memetakan kebutuhan orang tersebut sehingga diharapkan ‘obat’ yang diberikan sesuai untuk karyawan tersebut.

Untuk meningkatkan kompetensi karyawan bisa dengan salah satu atau gabungan dari ketiga komponen tersebut sehingga diharapkan dengan karyawan yang kompeten maka harapan yang diinginkan perusahaan akan tercapai.

Perbedaan Training, Mentoring dan Coaching

Training

Suatu proses transfer kemampuan (Skill) dan Pengetahuan dari seorang trainer kepada orang lain (karyawan).  Yang terpenting di sini kata kuncinya adalah proses penguasaan skill / kemampuan.

Sebuah skill baru bisa dikuasai jika telah dipraktikkan. Olehnya, fokus dalam sebuah training adalah peserta mempelajari, memahami, melakukan praktek/aktivitas dan adanya repetisi.

Sorang trainer yang baik akan mampu memecah sebuah aktivitas yang kompleks menjadi langkah–langkah yang mudah dipahami dan diterapkan diulang–ulang untuk semakin mengasah kemampuan peserta.

Mentoring

Tidak semua karyawan perlu sebuah training, karena dasar dari pengetahuannya sudah ada, mereka paham apa yang harus di kerjakan, namun sering kali tidak tercapai targetnya. Dalam hal ini ada kemungkinan ketrampilan karyawan tersebut yang perlu di tingkatkan.

Salah satu cara meningktkan ketrampilan karyawan adalah dengan mentoring. Mentoring adalah proses berbagi pengalaman dan pengetahuan dari seorang yang sudah berpengalaman (been there done that) kepada seseorang yang yang ingin belajar di bidang tersebut. Di sini kata kuncinya adalah berbagi pengalaman dan pengetahuan.

Fokusnya lebih ke pengembangan diri dan karir, tidak harus ada tujuan spesifik yang ingin dicapai. Penekanan juga lebih ke relasi antara mentor dan mentee bukannya ke pencapaian tujuan.

Seorang mentor biasanya adalah seseorang yang memang sudah berpengalaman di bidangnya sehingga bisa menuntun, memberikan tips dan saran. Sehingga akhirnya bisa mempercepat proses belajar Anda dan menghindari Anda membuat kesalahan-kesalahan yang biasa terjadi.

Ada kalanya dalam proses mentoring ini tidak secara langsung mengajarkan namun bisa dengan melakukan pengamatan, Matching dan mirroring, apa yang dilakukan mentor di ikuti dan diamati sehingga lambat laun ketrampilan karyawan akan semakin meningkat atau bisa di katakan proses mentoring ini semacam copy paste di computer. Yang ditiru adalah sikap kerja dan prilaku dari seorang mentor.

Coaching

Masih ingat pendapat Timothy Gallway “Coaching is unlocking person’s potential to maximize their own performance, it’s helping them to learn rather than teaching them” atau dalam kamus anak singkong diartikan coaching membebaskan potensi seseorang untuk memaksimalkan performanya, membantu mereka untuk belajar alih-alih mengajari mereka.

Pada dasarnya setiap manusia mempunyai sumber daya yang cukup dalam mencari solusi dari permasalahannya, hanya perlu “kunci” membuka dan mempergunakan dalam memecahkan masalah yang di hadapinya dengan coaching.

Coaching adalah proses ketika Anda dibantu oleh seorang coach untuk mencapai sebuah tujuan/goal yang Anda tentukan. Di sini kata kuncinya adalah mencapai goal. Seorang coach juga akan berfungsi sebagai partner akuntabilitas untuk memastikan Anda menjalankan hal-hal yang akan Anda lakukan.

Seorang coach yang murni melaksanakan proses coaching hanya akan bertanya dan menggali saja kepada klien/coachee nya. Dia bahkan sama sekali tidak memberikan saran atau masukan. Semua ide dan pemikiran berasal dari si klien.

Coach hanya membantu klien untuk berpikir, menimbulkan insight dan menstrukturkan pemikiran mereka. Plus setelah itu dia akan memastikan si klien melakukan apa yang telah dia pikirkan dan katakan.

Penutup

Bagaimana rekan-rekan sudah ada gambaran tentang perbedaanya kan sekarang? Semoga tulisan ini membantu memberi gambaran yang cukup jelas perbedaan antara coaching, training, mentoring maupun consulling.

Molore,23 November 2021

Budhi Setiyawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post