HAPPINESS MANAGEMENT


Good Pagi Semangat Morning guys……

Sudah cukup lama tidak berjumpa dengan dengan teman-teman semua , beberapa hari terakhir saya tidak bisa aktif mengikut atau bertutur sapa dengan temen-temen di medsos maupun lingkungan, kebetulan kemarin selama 14 hari di diagnosa positif COVID 19 yang mengharuskan saya istirahat penuh di ruang isolasi sebuah rumah sakit di kota kendari. Banyak hal yang yang ingin saya bagi cerita disini, terutama kata-kata yang cukup membuat beberapa orang menjadi ketakutan dan momok dalam kehidupannya yaitu terkena Positiv Covid 19 yang konon angka penularannya di indonesia sudah menembus 1 juta lebih penderita tepatnya 1.210.703 (data per tanggal 13 Pebruari 2021) dengan angka kesembuhan 1.016.036 dan yang meninggal 32.936 sejak kasus Covid pertama kali di ketemukan di indonesia.

Mungkin bagi beberapa orang ini sebuah pengalaman yang mengerikan atau bahkan suatu hal yang sangat mengkwatirkan, namun dibalik semua itu bagi saya malah bersyukur atas nikmat yang diberikan selama ini sampai di nyatakan positif Covid 19 kenapa? Karena dengan pengalaman ini saya jadi lebih peduli lagi dengan kesehatan, lebih kepo dalam mencari tahu apa sih yang dimaksud virus covid tersebut, jadi tahu tahu istilah cycle threshold value atau nilai CT yang harus di jaga diatas 40 yang artinya virus dengan nilai CT diatas 40 tidak menimbulkan infeksi atau dengan kata lain tidak menularkan ke orang lain, jadi tahu nilai saturation oksigen atau kadar oksigen dalam tubuh harus diatas 95 jika di ukur dengan alat yang namanya oximeter, jadi tahu manfaatnya terkena panas matahari pagi dan nikmatnya udara segar diluar ruangan setelah berdiam diri terus di ruang isolasi selama 22 jam dan istilah-istilah atau nama obat penambah imun tubuh, Vitamin yang di butuh oleh tubuh dan lain sebagainya, yang lebih penting lagi adalah efek dari pasca terkena Covid yang durasinya cukup lumayan panjang…(jika rekan-rekan mau tahu efek pasca covid silahkan download di akhir tulisan)…….Well apa lagi ya yang saya petik dari kondisi yang positif Covid 19 ini?
Ya ada satu ide yang menarik bagi saya terlintas di pikiran untuk dikupas dalam sebuah tulisan sederhana tentang cara memaknai sebuah stress.

Dia akui atau tidak selama kita hidup stress akan selalu ada dalam kehidupan kita, apa sih yang di maksudkan dengan stress?
Banyak pengertian stress jika kita telusuri di internet seperti pendapat Vincent Cornelli, dalam Jenita DT Donsu 2017 Stres adalah gangguan pada tubuh dan pikiran yang disebabkan oleh perubahan dan tuntutan kehidupan, Stress adalah reaksi tubuh yang muncul saat seseorang menghadapi ancaman, tekanan, atau suatu perubahan.

Stress juga dapat terjadi karena situasi atau pikiran yang membuat seseorang merasa putus asa, gugup, marah, atau bersemangat. Atau pengertian lain dari sumber wikipedia yang mengatakan Stress adalah gangguan mental yang dihadapi seseorang akibat adanya tekanan. Tekanan ini muncul dari kegagalan individu dalam memenuhi kebutuhan atau keinginannya. Tekanan ini bisa berasal dari dalam diri, atau dari luar.
Stress sesungguhnya telah ada sepanjang keberadaan manusia dan timbul sebagai hasil interaksi satu sama lain pada situasi yang sangat bervariasi. Walaupun stress tidak mungkin dihindari, namun tidak semua stress bersifat merusak atau mematikan (detrimental). Stress diibaratkan sebagai sebuah “pedang bermata dua” yang mengandung pemahaman bahwa stress di satu sisi bersifat merusak (destructive), karena dapat membuat manusia mengalami kerapuhan secara fisik dan mental (physical and mental breakdowns).  Namun di sisi lain stress justru bersifat membangun (constructive) karena stress dapat berkontribusi secara positif demi kelangsungan suatu organisasi.

Stress memungkinkan manusia untuk termotivasi dan menjadi kekuatan pendorong (driving powers) sehingga manusia lebih produktif.
Dalam kehidupan sehari haripun banyak anjuran bahkan merujuk ke sebuah teori bagaimana cara kita mengelola stress yang baik (Manajemen stress), namun bagi saya kurang setuju dengan pendapat atau istilah ini, terutama dari tata bahasanya , memang benar stress harus dikelola dengan baik supaya kualitas hidup lebih tertata dan lebih maksimal namun ada yang lebih bagus lagi untuk dikelola yaitu Happy atau suasana senang yang kita kelola supaya selalu ada dalam kehidupan kita sehari hari?
Tahukah Kita bahwa ketika kita mengalami depresi, stress atau kebalikan senang, gembira, semangat otak kita mengeluarkan hormon yang berbeda beda, makanya saya lebih cenderung untuk mengelola Happy daripada mengelola Stress.
Ketika stress otak kita mengeluaran paling tidak salah satu dari hormon berikut :
Hormon Andrenalin


Pada dasarnya, setiap orang memiliki dua buah kelenjar adrenal. Kedua kelenjar ini terletak di atas ginjal dan berukuran kurang lebih separuh ibu jari. Meski berukuran kecil, namun kelenjar adrenal memainkan peranan penting dalam memproduksi hormon dan mendukung berbagai fungsi di dalam tubuh, Kerja kelenjar adrenal di dalam tubuh diatur oleh organ lain, salah satunya kelenjar pituitari di otak.
Hormon ini diproduksi oleh kelenjar adrenal setelah menerima pesan dari otak bahwa telah terjadi kondisi yang bisa menimbulkan stres. Hormon ini bertanggung jawab penuh atas reaksi langsung yang kita rasakan ketika stres.
Hormon adrenalin, atau kadang disebut juga epinefrin, merupakan hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal dan otak. Tubuh melepaskan hormon ini saat merasa stres, tertekan, takut, senang, atau berada dalam situasi yang menegangkan atau berbahaya, Hormon adrenalin ini akan dihasilkan oleh tubuh secara alami saat sedang berada dalam situasi yang berbahaya, atau ketika mengalami stres berat. Reaksi ini merupakan bentuk pertahanan tubuh untuk menghadapi situasi tersebut.

Hormon Norepinefrin

Hormon yang satu ini memiliki kesamaan dengan hormon adrenalin sebab norepinefrin juga diproduksi oleh kelenjar adrenal. Peran utama norepinefrin juga sama seperti adrenalin, yaitu menambah gairah pada tubuh. “Ketika Anda stres, Anda menjadi lebih sadar, terjaga, fokus, dan Anda juga akan menjadi lebih responsif terhadap berbagai hal ungkap Amit Sood, M.D. direktur riset Complementary and Integrative Medicine sekaligus kepala dari Mayo Mind Body Initiative di Mayo Clinic, sebuah pusat kesehatan asal Minnesota, Amerika Serikat, seperti dikutip dari Huffpost.

Jadi kalau Anda tiba-tiba menemukan ide cemerlang dalam sebuah situasi yang kacau, berarti hormon norepinefrin dalam tubuh Anda bekerja dengan baik
Hormon Kortisol

hormon ini biasanya dikenal sebagai hormon stres. Dibandingkan kedua hormon sebelumnya, kortisol menjadi hormon paling terakhir yang bereaksi dalam tubuh ketika kita sedang mengalami stres. Menurut Amit Sood, pelepasan hormon ini membutuhkan proses panjang yang melibatkan dua hormon minor lainnya.


Sebaliknya ketika senang dan bahagia pun otak kita juga mengeluarkan hormon yang berbeda dari ketiga diatas apa saja itu:

  1. Dopamine Juga dikenal sebagai hormon “perasaan baik”, dopamin adalah hormon dan neurotransmitter yang merupakan bagian penting dari sistem penghargaan otak. Dopamin dikaitkan dengan sensasi yang menyenangkan, bersama dengan pembelajaran, memori, fungsi sistem motorik, dan banyak lagi.
  2. . Serotonin Hormon ini (dan neurotransmitter) membantu mengatur suasana hati serta tidur, nafsu makan, pencernaan, kemampuan belajar, dan memori.
  3. Oksitosin Sering disebut “hormon cinta”, oksitosin sangat penting untuk persalinan, menyusui, dan ikatan orangtua-anak yang kuat. Hormon ini juga dapat membantu meningkatkan kepercayaan, empati, dan ikatan dalam hubungan, dan kadar oksitosin umumnya meningkat dengan kasih sayang fisik seperti ciuman, pelukan, dan berhubungan intim
  4. Endorfin adalah pereda nyeri alami tubuh, yang diproduksi tubuh sebagai respons terhadap stres atau ketidaknyamanan yang terjadi. Kadar endorfin juga cenderung meningkat saat kamu melakukan aktivitas yang menimbulkan perasaan memuaskan seperti makan makanan lezat, berolaraga atau berhubungan intim.

Bagi saya lebih baik mengelola 4 hormon diatas utuk selalu ada dalam kehidupan kita sehari, terutama hormon Dopamin yang banyak belum kita ketahui kegunaan yang luar biasa seperti :

  • Memiliki fungsi sebagai neurotransmiter

Di dalam tubuh, hormon dopamin dikenal sebagai neurotransmiter, yaitu senyawa kimia yang berperan sebagai penghantar stimulus (pesan berupa rangsangan) ke sel saraf, baik di otak maupun di otot.

  • Menimbulkan perasaan positif

Hormon dopamin berpengaruh terhadap munculnya perasaan yang menyenangkan, mulai dari jatuh cinta, gembira, motivasi, hingga kepercayaan diri. Namun jika dilepaskan secara berlebihan, hormon ini dapat membuat seseorang menjadi terobsesi pada sesuatu.

  • Mempengaruhi perilaku

Dopamin juga bisa memengaruhi perilaku seseorang. Ketika dilepaskan dalam kadar yang tepat, hormon dopamin akan membuat seseorang lebih bersemangat dan termotivasi.

  • Mendukung pencernaan dan daya tahan tubuh

Hormon dopamin dapat membantu proses pencernaan, dengan membuat saluran pencernaan mencerna nutrisi secara optimal. Selain itu, hormon dopamin juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh serta meredakan peradangan.

  • Menjadi vasolidator

Pada kadar yang normal, hormon dopamin yang ada di pembuluh darah bisa menjadi vasodilator. Artinya, hormon ini menjaga pembuluh darah agar tetap melebar sehingga tekanan darah tidak meningkat.

Pertanyaan sederhana muncul bagaimana caranya kita untuk memicu hormon bahagia itu dalam otak kita sedangkan kita sedang dalam menghadapi suatu stress atau masalah?

Banyak caranya sebenarnya untuk meninkatkan hormon bahagia diatas, atau memunculkannya salah satunya dengan menerapkan High Pose atau sikap sebagai pemenang.

sikap tubuh yang kita tunjukkan menggambarkan dan mengikuti perasaan kita. Padahal perasaan kita juga bisa mengikuti sikap tubuh kita, lho. Amy J. Cuddy, seorang profesor Sekolah Bisnis Harvard meneliti power pose dan pengaruhnya terhadap perasaan kita. Power pose sendiri adalah sikap tubuh positif yang menggambarkan perasaan berkuasa, dominan, menang, dan percaya diri. Jadi kalau badan kita berpose layaknya pemenang, otak akan mengirimkan sugesti bahwa kamu baru saja memenangkan sesuatu. Dengan begitu kamu akan merasa lebih berenergi dan berpikiran positif.

Pernah melihata tentara yang memakai topi yang mengarah untuk menutup pandangan matanya?tujuannya adalah supaya tentara tersebut selalu bersikap High Pose yaitu dengan selalu menegakkan kepala agak keatas supaya pandangan kedepan lebih jelas, kamu pun bisa juga melakukan langkah sederhana kok High Pose seperti langkah di bawah ini :

  • Tegakkan Punggungmu

Pastikan punggung kamu selalu tegak ketika kamu duduk, berdiri, atau berjalan. Pose ini menggambarkan profesionalitas dan kepercayaan diri. Hindari terlalu banyak bergerak karena kamu akan kelihatan gelisah dan nggak profesional.

  • Berkacak Pinggang

Penelitian yang dilakukan oleh Profesor Sekolah Bisnis Harvard Amy J. Cuddy ini membuktikan bahwa posisi ini akan membuatmu merasa lebih powerful dan positif. Tapi jangan memasang pose ini ketika sedang dalam situasi tidak mendukung seperti rapat, berada di lingkungan sosial. Pasang pose ini saat kamu sedang sendirian seperti menunggu, berolah raga di lapangan, sedang berkaca.

  • Pose Pemenang

Angkat kedua tanganmu dan rentangkan keduanya dengan kaki yang dibuka selebar panggul. lakukan pose ini di kamar mandi atau sedang sendirian.

  • Power posing juga bisa kamu lakukan saat tidur, lho. Praktekkan power pose ini pada malam sebelum kamu beraktifitas. Tidur dengan posisi meringkuk atau menekuk lutut bisa membuatmu merasa rentan dan sensitif di pagi hari. Jadi usahakan untuk tidur dengan posisi berbaring lurus.

Selain langkah langkah diatas ada yang lebih pening lagi berada dilingkungan yang penuh dengan kegembiraan dan bisa memberi kebahagian buat kamu. Tingggalkan lingkungan yang penuh cacian, amarah, dan dengki.

Bagaimana guys mau memilih memanjemen hormon adrenalin, neropinefrin, dan Kartisol ataukah kita kelola hormon happy seperti Dopamin, Serotonin, Oksitosin, Endorfin. Semua kembali kepada kita masing masing dalam menjalani dan bersikap dalam menghadapi suatu masalah karena tidak ada jaminan juga kita bisa terlepas dari stress selama kita hidup he…he.he.he….

Bagi sebagian kecil ada golongan orang orang yang lebih suka menghadapi tantangan atau stress dalam kehidupannya, baginya kalau tidak ada masalah malah makin stress, tidak ada masalah yang harus dihadapi, jadi tidak semua orang suka dengan hormon happy yang keluar dalam otak kita.

Bagaimana guys menurut kalian?

Molore,13 Maret 2021

Budhi setiyawan